Selasa, 26 Januari 2010

masalah ekonomi

Sumber ; human capital (Becker)

Masalah Ekonomi

By

Jais Salong

Siswa, seperti juga kita semua, adalah partisipan aktif dalam sistem ekonomi kita, dan banyak hal dimana mereka tidak mempengaruhi bagaimana sistem bekerja. Segalanya yang masing-masing dari diri kita lakukan dalam hubungannya dengan pendapatan, tabungan atau menghabiskan uang memiliki dampak ekonomi. Tidak terdapat sesuatu yang abstrak atau yang rumit dalam studi ekonomi. Ini adalah studi mengenai bagaimana sebuah masyarakat mengelola urusan secara langsung yang berkaitan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi.

Ekonomi telah didefinisikan sebagai “ilmu yang menginvestigasi kondisi dan hukum yang mempengaruhi produksi, distribusi dan konsumsi kekayaan atau sarana materi yang berarti memenuhi keinginan manusia.”

Fungsi sebagai sebuah unit terpisah, individu dalam masyarakat kita secara konstan membuat keputusan ekonomi, dari makanan apa yang harus dibeli sampai bagaimana kita harus mendapatkan uang. Keputusan ini berkaitan dengan waktu dan sumber-sumber material dan bagaimana sumber-sumber tersebut digunakan. Terdapat hampir selalu cara alternatif untuk menggunakan keduanya; tidak ada satupun yang memiliki suplai yang tidak terbatas dari salah satu suplai.

TIGA PERTANYAAN DASAR

Sebuah masalah yang harus kita hadapi adalah kurangnya sumber daya yang memadai untuk menghasilkan semua barang dan jasa yang kita inginkan. Ini adalah kondisi yang disebut dengan kelangkaan, dan ini adalah masalah ekonomi dasar. Contohnya, tidak terdapat cukup bijih besi untuk membuat semua bangunan sekolah dan bangunan kantor, truk dan otomobil pribadi, perangkat militer dan perangkat rumah yang orang-orang di Amerika harus punyai.

Kurangnya sumber-sumber yang relatif pada keinginan kita mendorong kita untuk bertindak ekonomis. Kita mencoba, baik sebagai individu dan sebagai sebuah masyarakat, untuk mendapatkan kepuasan maksimum dari sumber-sumber yang ada. Kebutuhan saat ini dan dimasa depan bertindak sebagai panduan untuk membantu kita menempatkan beragam keputusan dalam prioritas. Contohnya, jika kita mempertimbangkan pembelian, kita ingin membeli produk dengan kualitas terbaik dengan harga yang paling rendah. Jika kita penjual, kita ingin menawarkan produk yang pembeli inginkan. Kita juga ingin menggunakan sumber-sumber kita seefesien mungkin. Menjadi efesien akan meningkatkan margin diantara semua biaya produk kami dan harga penjualannya. Memaksimalkan bahwa margin, keuntungan, adalah salah satu tujuan penjualan, dan mempengaruhi keputusan penjualan yang dibuat mengenai bagaimana menggunakan sumber-sumber.

Sistem dimana semua dari kita, sebagai sebuah masyarakat, membuat keputusan mengenai bagaimana sumber-sumber langka ini dialokasikan untuk mensuplai barang dan jasa yang kita kenal sebagai sistem ekonomi kita.

Setiap sistem ekonomi harus menjawab tiga pertanyaan dasar ini:

1. Barang dan jasa apa yang dihasilkan?

2. Bagaimana barang-barang dan jasa ini dihasilkan?

3. Siapa yang akan menerima barang dan jasa yang dihasilkan?

Marilah kita membahas lebih dalam pada tiga pertanyaan ini:

1. Barang dan jasa apa yang dihasilkan? Untuk menentukan barang dan jasa apa yang sebenarnya dihasilkan menuntut keputusan mengenai bagaimana sumber-sumber produktif yang langka akan dialokasikan dan digunakan pada waktu tertentu. Karena tidak mungkin bagi orang-orang untuk mendapatkan segala yang mereka inginkan, prioritas harus dibentuk. Seiring dengan individu membuat prioritas mereka dan membeli barang dan jasa yang harus dihasilkan.

2. Bagaimana barang dan jasa ini dihasilkan? Ini pertama-tama tampaknya sebuah pertanyaan teknis. Bagaimana meningkatkan produk, contohnya, adalah bukan hanya masalah para insinyur, tetapi juga masalah para ahli ekonomi. Terdapat banyak cara-cara yang berbeda dimana sumber-sumber produktif dapat diorganisir untuk menghasilkan barang dan jasa. Produsen ingin menggunakan sumber-sumber produktif yang langka seefisien mungkin untuk memaksimalkan hasil. Di Amerika Serikat, jalanan dibuat dengan menggunakan mesin penggerak tanah, buldozer, mesin derek, dan peralatan lainnya yang dioperasikan oleh tenaga yang terlatih. Pembelian mesin tersebut memerlukan jumlah uang yang banyak, dan operasinya memerlukan sedikit pekerja yang berketerampilan tinggi. Dalam negara berkembang, disisi lain, jalanan biasanya dibangun oleh jumlah tenaga kerja terampil yang besar, dengan menggunakan perangkat manual dan sedikit mesin. Anda dapat lihat, oleh karena itu, bahwa memutuskan bagaimana untuk membangun sebuah jalan berhubungan secara langsung dengan masalah alokasi sumber-sumber yang langka, yang juga merupakan sebuah masalah ekonomi.

3. Siapa yang akan menerima barang dan jasa yang dihasilkan? Membagi output dari sebuah sistem ekonomi adalah tugas yang kontroversial. Haruskah setiap orang diberikan bagian yang sama, tanpa memandang keefektifan mereka dalam menciptakan barang dan jasa? Haruskah jumlah yang individu terima berdasarkan pada pangkat yang diwarisinya dalam masyarakat atau gender? Haruskah prinsip-prinsp dari kontribusi harus dibuat oleh masing-masing individu pada ekonomi masyarakat? Beberapa masyarakat saat ini telah mencoba untuk menstrukturisasi diri mereka sendiri untuk mendistribusikan barang dan jasa dalam dasar ini.

CIRI-CIRI DARI SUMBER-SUMBER PRODUKTIF

Seperti yang telah anda lihat, sistem ekonomi eksis sebagai sebuah sarana utnuk menghadapi realitas kelangkaan sumber-sumber produktif. Tetapi secara tepatnya adalah sumber-sumber produktif? Sumber-sumber ini mencakup segalanya yang digunakan untuk menciptakan barang dan jasa, dan dapat diklasifikasikan kedalam tiga tipe umum. Tiga tipe dasar sumber-sumber (atau faktor-faktor produksi, seperti yang diketahui) adalah sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya modal.

Sebagai pengantar pada pemahaman bagaimana sebuah ekonomi bekerja, akankah berguna untuk mempertimbangkan masing-masing tipe sumber.

Sumber Daya Manusia

Mungkin sumber daya produktif yang paling penting dalam negara manapun adalah jumlah dan kualitas dari tenaga kerja. Tenaga kerja adalah istilah umum yang menggambarkan sumber daya manusia, tetapi terlalu sempit lingkupnya untuk menggambarkan secara akurat kesemua elemen yang menyusun sumber daya manusia. Semua pekerja dan kemampuan mereka adalah bagian dari kolam sumber daya manusia dalam sebuah negara. Dokter, pengacara, pembuat batu bata, tukang kayu, guru, tukang listrik, manajer bisnis, pelipat buku, penulis, pekerja pabrik, dan menteri adalah bagian dari sumber daya manusia dimana ekonomi bergantung kepadanya. Secara teknis, tenaga kerja mencakup setiap orang yang bekerja atau secara aktif mencari pekerjaan. Seiring dengan tenaga kerja terdidik secara lebih baik dan lebih energik, tenaga kerja akan menciptakan sistem ekonomi yang lebih produktif. Skill teknik, manajerial, dan administratif, biasanya merupakan hasil dari pendidikan. Sebuah tenaga kerja terdiri terutama dari individu tenaga kerja yang tidak terdidik akan kurang produktif dibanding dengan tenaga kerja yang terdidik dengan baik dan industri. Jepang, dengan lebih sedikit sumber daya manusia daripada Amerika Serikat, telah menjadi pesaing yang paling efektif di dunia, dikarenakan karena tenaga kerja mereka yang produktif.

Secara normalnya, kerja yang dilakukan dalam sebuah ekonomi dibagi diantara beragam anggota tenaga kerja. Pekerja cenderung untuk menspesialisasi dalam jenis-jenis tugas tertentu dimana mereka memiliki bakat tertentu atau dimana mereka telah dilatih. Spesialisasi ini berdampak pada divisi tenaga kerja. Kebanyakan barang yang diproduksi saat ini tidak dibuat oleh seorang pengrajin; barang tersebut merupakan produk dari banyak individu. Biasanya, masing-masing individu menampilkan hanya sebagian kecil dari keseluruhan proses. Dengan menjadi seorang spesialis dan dengan memiliki perangkat untuk membantu mereka melengkapi tugas secara efesien, seorang tenaga kerja yang terampil mampu untuk bekerja lebih efesien setiap harinya dibandingkan tenaga kerja yang bukan seorang spesialis. Pengaruh dari pembagian kerja lainnya adalah saling ketergantungan; tenaga kerja harus bergantung pada masing-masing untuk melengkapi proses produksi secara keseluruhan. Tugas ini ditampilkan oleh masing-masing tenaga kerja sebagai hal yang vital pada penciptaan produk akhir.

Sumber Daya Alam

Sumber daya manusia adalah kadang-kadang diacu sebagai “daratan”. Istilah sumber daya alam, bagaimanapun juga, berarti lebih dari sekitar daratan. Sumber daya alam mengacu pada semua yang dihasilkan dari alam – diatas, dipermukaan, dan didalam permukaan bumi. Contoh dari sumber daya alam diantaranya adalah iklim hangat di Florida selatan, hutan di Washington, ikan-ikan disekitar pesisir pantai Amerika, minyak bumi di Texas, cadangan besi di Minnesota, dan sumber daya laut disepanjang pesisir pantai New England.

Kuantitas dan kualitas dari sumber daya alam tidak didistribusikan secara merata diantara negara-negara. Di Amerika Serikat, kita dianugerahi oleh melimpahnya sumber daya alam. Negara lain kurang beruntung; mereka hanya memiliki satu sumber daya alam sementara kekurangan sumber daya alam lainnya. Contohnya, Arab Saudi dan Kuwait memiliki cadangan minyak yang melimpah tetapi kekurangan curah hujan dan sumber daya alam lainnya. Beberapa negara memiliki suplai sumber daya alam yang sangat terbatas dimana sebuah penggunaan telah digunakan.

Sumber-Sumber Modal

Sumber-sumber modal adalah kategori ketiga dari sumber-sumber dalam ekonomi kita. Sumber-sumber modal yang telah diciptakan oleh usaha manusia dan disimpan, untuk digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Barang-barang seperti sandang dan pangan, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, tidak dianggap sebagai sumber-sumber modal. Alat, mesin, dan pabrik adalah contoh dari sumber modal, dan juga jalan raya, pesawat terbang, dan bendungan. Mesin tik, pensil dan kertas yang digunakan untuk menciptakan buku ini juga adalah merupakan contoh lain dari sumber-sumber modal.

Kata modal juga dapat mengacu pada uang. Dalam artian ekonomi sebenarnya, modal bukanlah uang tetapi perangkat, mesin, pabrik, dll, yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Sumber-sumber modal adalah sumber yang dibuat oleh manusia, dapat diproduksi, dan cenderung untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

TIPE-TIPE DARI SISTEM EKONOMI

Adalah sangat menakjubkan bahwa dalam semua sejarah manusia, hanya tiga tipe sistem ekonomi yang telah dikembangkan untuk mengatasi alokasi sumber-sumber produktif yang langka. Tiga sistem ekonomi ini adalah sistem tradisional, sistem komando, dan sistem pasar. Anda harus ingat bahwa definisi yang diberikan disini menggambarkan bentuk yang murni dan idealistis dari sistem-sistem ini. Contoh murni dari masing-masing sistem tidak eksis dalam dunia nyata. Dalam kenyataannya, setiap sistem ekonomi yang eksis merupakan sebuah campuran dari dua atau ketiga tipe ini. Masing-masing sistem yang eksis, bagaimanapun juga, menekankan satu tiga tipe sistem atas dua sistem lainnya.

Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem tradisional mungkin tidak dapat dikenali pertama-tama sebagai sebuah sistem ekonomi. Sistem tradisional memiliki fungsi sebagai satu. Dalam sebuah ekonomi tradisional, keputusan ekonomi dirumuskan melalui proses sosial, oleh adat dan tradisi dari masyarakat tersebut. Masyarakat primitif diseluruh dunia pada dasarnya masih menggunakan sistem ekonomi tradisional. Sistem ekonomi tradisional berubah sangat sedikit dari generasi ke generasi. Tradisi mendikte kapan tanaman harus ditanam, dan bagaimana menanamnya, bagaimana tanaman dipanen, dan bagaimana panen didistribusikan diantara para penduduk desa. Tradisi juga mendikte dimana orang-orang akan menampilkan masing-masing fungsi dalam sebuah unit keluarga. Tradisi juga mengatakan pada suku kapan harus berburu, bagaimana berburu dilakukan, dan bagaimana makanan dan kulit hewan dibagi-bagi. Sistem tersebut sangat efektif dan memilik keuntungan – sistem tersebut dapat meminimalkan konflik internal. Lebih jauh lagi, orang-orang memiliki sedikit ekspektasi yang tidak dapat terpenuhi. Bagaimanapun juga, sistem menawarkan secara relatif tingkat rendah dari kemakmuran ekonomi bagi para pesertanya. Sebuah ekonomi tradisional cenderung untuk stagnan dan resisten terhadap perubahan. Namun demikian, adalah penting untuk mengingat bahwa penduduk Inggris awal disepanjang Pesisir Timur di Amerika, dengan sistem ekonominya yang kompleks, bertahan hanya karena suku Indian lokal bersedia untuk membagi dengan cara tradisional dalam penanaman dan panen.

Dua tipe sistem ekonomi lainnya, komando dan pasar, keduanya beroperasi dalam masyarakat yang lebih maju; sistem ekonomi tradisional tidak cukup fleksibel untuk mendukung sebuah masyarakat yang modern.

Sistem Ekonomi Komando

Dalam sebuah ekonomi komando, perencana pemerintah – bukan konsumen dan produsen atau adat istiadat – selalu membuat keputusan ekonomi utama. Mereka menentukan apa yang akan dibuat, bagaimana memproduksinya, dan siapa yang akan menerima manfaat dari produksi. Dalam sebuah ekonomi komando, sumber-sumber modal dimiliki oleh pemerintah. Dengan mempelajari sebuah sistem ekonomi komando sama seperti mempelajari ilmu politik sebagai sebuah studi ekonomi. Tidaklah sulit bagi pembuat keputusan untuk menggeser alokasi sumber-sumber, karena dorongan ini dapat digunakan oleh pemerintah untuk membuat orang menuruti keputusannya. Keberhasilan dari keseluruhan sistem bergantung pada kebijaksanaan perencana pemerintah. Jika mereka membuat keputusan ekonomi yang tidak bijaksana, sumber-sumber produktif dalam negara tidak dapat digunakan secara efesien. Karena terdapat banyak jumlah bagian yang saling berhubungan dalam ekonomi modern, adalah sangat sulit untuk sebuah sistem komando untuk beroperasi secara efesien. Negara-negara yang menjalankan tipe sistem ekonomi diantaranya adalah Uni Soviet, RRC, dan Kuba.

Sistem Ekonomi Pasar

Sistem ekonomi tradisional dan sistem ekonomi komando telah eksis dalam beragam bentuk selama bertahun-tahun; sistem ekonomi pasar, bagaimanapun juga, telah berkembang baru-baru ini. Sistem ekonomi pasar begitu kompleks dan tidak dengan mudah dapat dipahami.

Inti dari sistem ekonomi pasar adalah kebebasan individu untuk memutuskan bagaimana mereka akan menggunakan sumber-sumber ekonomi mereka. Proses pembuatan keputusan disebut dengan mekanisme pasar. Mekanisme pasar ini terdesentralisasi, karena setiap orang berpartisipasi dalam ekonomi sebagai bagian dari pasar. Pikirkan keputusan individu untuk membeli dan menjual sebagai suara. Masing-masing keputusan untuk membeli sebuah produk menjadi sebuah suara untuk produk tersebut, dan suara tersebut mengatakan pada produsen mengenai apa yang harus diproduksi dan berapa banyak memproduksinya.

Kelihatannya cukup rumit membayangkan setiap orang berpartisipasi dalam sebuah proses pembuatan keputusan, tetapi sistem ini bekerja. Sebagai pengganti menggunakan kekuatan sebagai sebuah ekonomi komando, ekonomi pasar bergantung pada ganjaran ekonomi yang bertambah pada individu atau institusi yang telah membuat keputusan yang bijaksana. Masing-masing pembeli individu mencoba untuk membeli daya tarik yang maksimal untuk pembeli potensial. Masing-masing individu dan masing-masing institusi mencoba untuk memaksimalkan ganjaran ekonomi membuatnya mungkin oleh sistem, keputusan dibuat mengenai bagaimana barang dan jasa diproduksi, bagaimana barang dan jasa dibuat, dan bagaimana mendapatkannya.

Ringkasan Dari Isi Ekonomi

1. Ekonomi adalah ilmu yang mengkaji kondisi dan hukum yang mempengaruhi produksi, distribusi, dan konsumsi kemakmuran atau materi untuk memenuhi kebutuhan manusia.

2. Kelangkaan adalah kondisi yang diciptakan dikarenakan sumber-sumber yang tidak memadai untuk memproduksi semua barang dan jasa yang kita inginkan. Kelangkaan adalah masalah ekonomi yang mendasar.

3. Kurangnya sumber-sumber yang relatif terhadap keinginan kita mendorong kita untuk menjadi ekonomis. Keputusan harus dibuat pada tingkat individu dan sosial untuk mendapatkan kepuasan maksimum dari sumber-sumber yang tersedia.

4. Sistem ekonomi adalah sistem dimana kita secara kolektif membuat keputusan yang berhubungan dengan bagaimana sumber-sumber yang langka akan dialokasikan untuk menyediakan barang dan jasa.

5. Tiga pertanyaan dasar yang harus dijawab oleh sistem ekonomi adalah:

a. Barang dan jasa apa yang dihasilkan?

b. Bagaimana barang dan jasa ini dihasilkan?

c. Siapa yang akan menerima barang dan jasa yang dihasilkan?

6. Tiga tipe dasar dari sumber-sumber produktif atau faktor-faktor produksi adalah sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber-sumber modal.

7. Sumber daya manusia mengacu pada semua tenaga kerja dalam sumber daya manusia dan kemampuan mereka.

8. Pembagian tenaga kerja mengacu pada spesialisasi dalam skill atau tugas. Melalui spesialisasi, tenaga kerja harus saling bergantung untuk melengkapi keseluruah proses produksi.

9. Manajer dapat membuat spesialisasi yang mungkin dengan mengarahkan dan membawa bersama-sama faktor-faktor produksi dan dengan membuat keputusan mengenai produk apa yang harus dibuat dan bagaimana produk ini didistribusikan.

10. Orang-orang membuat sistem ekonomi bekerja; tanpa bakat, energi, imajinasi, dan keinginan mereka, ekonomi kita tidak dapat berfungsi.

11. Sumber daya alam mengacu pada sumber-sumber sadar dalam alam – diatas, dipermukaan, atau dibawah permukaan bumi.

12. Nilai riil dari sumber daya alam bergantung pada pengetahuan orang-orang dalam kegunaan, alokasi, dan penggunaan potensialnya.

13. Sumber-sumber modal adalah sumber-sumber yang telah diciptakan oleh usaha manusia dan disimpan untuk digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Sumber modal ini sangat penting dalam menentukan kekayaan negara dan pertumbuhan ekonominya.

14. Formasi modal adalah proses menyimpan sumber-sumber produktif untuk menciptakan sumber-sumber modal, sebagai pengganti memproduksi barang dan jasa.

15. Untuk membuat masyarakat kita produktif dan untuk mengambil keuntungan kemajuan teknologi, ekonomi menuntut jumlah barang modal yang besar. Penyimpanan individu dan bisnis memberikan dana untuk pembelian barang modal ini.

16. Sistem tradisional, sistem komando, dan sistem pasar adalah tiga sistem ekonomi yang telah dikembangkan untuk mengatasi alokasi sumber-sumber produktif yang langka.

17. Dalam sistem tradisional, keputusan ekonomi dirumuskan oleh adat istiadat dan tradisi masyarakat.

18. Dalam sistem komando, keputusan ekonomi dirumuskan oleh pembuat keputusan pusat, yang biasanya bekerja didalam pemerintah.

19. Dalam sistem pasar, keputusan ekonomi dibuat oleh individu dan institusi, yang dipandu oleh ketertarikan diri mereka sendiri, dalam sebuah proses pasar bebas dengan intervensi pemerintah yang minimum.

MENGGUNAKAN DISKUSI KELAS UNTUK MENGAJARKAN EKONOMI KITA

Dalam bagian dari masing-masing bab, sebuah strategi pengajaran akan dikaji, dan satu atau lebih pelajaran akan dipresentasikan untuk menggambarkan strategi tersebut. Pelajaran tersebut adalah lengkap, sehingga mereka dapat dapat digunakan dengan sedikit persiapan oleh guru. Karena kemampuan untuk membawa pada sebuah diskusi kelas adalah sebuah skill yang sangat penting, bab ini berkaitan dengan strategi mempertanyakan dan teknik dalam meningkatkan pembahasan yang efektif. Tak pelak lagi, topik ini terlalu luas untuk dicakup secara total disini. Bagaimanapun juga, bab ini akan membantu meningkatkan skill diskusi anda.

TEKNIK DISKUSI

Teknik diskusi berdasarkan pada keyakinan bahwa pengetahuan bertempat didalam orang. Siswa dapat belajar dari usaha intelektual dalam menghubungkan data baru dengan pengetahuan mereka saat ini.

Dalam gaya diskusi, tujuan guru adalah bukan untuk mengkomunikasikan pengetahuan tetapi lebih pada mendorong ingatan siswa, merangsang pengetahuan yang mereka punya, dan menciptakan sebuah situasi yang mendorong siswa untuk menemukan hubungan diantara ide-ide. Guru membantu siswa untuk menginterpretasikan pengalaman mereka melalui pertanyaan dan saran yang tepat. teknik ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk saling menstimulasi dan memunculkan beragam respon.

Mengadakan Sebuah Diskusi Yang Baik

Sementara diskusi biasanya menggunakan teknik kelas, diskusi biasanya beralih pada perkuliahan, pembacaan pertanyaan dan jawaban. Sepuluh poin ini dipresentasikan untuk membantu guru dalam penggunaan diskusi yang lebih efektif. Poin ini, jika diikuti, harus menempatkan guru dalam peran dari yang membuat mampu dan membuat diskusi diarahkan terhadap hasil yang belum ditentukan, pada tingkat kepentingan siswa yang optimum.

1. Memiliki Arahan Yang Jelas.

2. Membuat Diskusi Dalam Target.

3. Mengikuti Teknik Prosedural.

4. Mendorong Partisipasi.

5. Menfasilitasi Komunikasi.

6. Memberikan Waktu Tunggu.

7. Menanyakan Pertanyaan.

8. Memberikan Dorongan Yang Positif.

9. Menggunakan Teknik Variasi Stimulus.

10. Mengakui Penutup.

MEMPERTANYAKAN

Pertanyaan yang tepat merupakan inti dari diskusi. Melalui stimulus yang diberikan melalui pertanyaan yang dirancang dengan baik, siswa menarik pengetahuan dan pengalaman mereka untuk menvisualisasikan hubungan diantara ide-ide. Karena pertanyaan adalah stimulus pada pemikiran, pertanyaan yang efektif harus diarahkan pada proses pemikiran tertentu dan difrasekan dalam cara yang bermakna bagi siswa. Bagian berikut ini akan dibagi kedalam dua bagian. Bagian satu akan berkaitan dengan membuat pertanyaan yang diarahkan pada tingkat kognitif tertentu. Bagian kedua akan berkaitan dengan frase pertanyaan yang tepat.

Konstruksi Pertanyaan

Sementara pertanyaan bertindak sebagai sebuah tujuan prularitas, tujuan utama adalah menyebabkan seseorang untuk berpikir. Sebuah pertanyaan yang tersusun dengan baik menusuk seseorang untuk memikirkan tentang sebuah topik tertentu.

Memfrasekan Pertanyaan

Memfrasekan mengacu pada cara sebuah pertanyaan dituturkan, menetapkan tingkatan dan jumlah respons yang dapat diharapkan. Sebuah pertanyaan menyampaikan niatnya melalui frase yang jelas. Kejelasan menuntut penggunaan susunan kata yang logis dan tepat, serta bermakna.

SEBUAH PELAJARAN KELANGKAAN

Studi ekonomi biasanya dimulai dengan konsep kelangkaan. Seperti juga budaya adalah konsep utama dalam antropologi, dan kelompok adalah konsep kunci dalam sosiologi, kelangkaan adalah konsep dasar dalam ekonomi. Konsep kunci lainnya, generalisasi, dan teori yang menyusun struktur disiplin disebut dengan ekonomi – hukum suplai dan permintaan, produksi, pengembalian yang berkurang, barang, dan jasa, sumber-sumber, konsumsi, divisi tenaga kerja, dan banyak hal lainnya – didasarkan dalam konsep bahwa manusia memiliki keinginan yang tidak terbatas dan sumber-sumber yang tidak terbatas untuk memenuhi keinginan-keinginan tersebut. Masalah ekonomi dasar ini menuntut pengembangan sebuah solusi sistematik – sebuah sistem ekonomi.

KELANGKAAN

Apakah anda pernah ingin membeli tiga piringan hitam tetapi hanya memiliki cukup uang untuk membeli satu piringan hitam saja? Apakah anda pernah memutuskan diantara dua hal yang anda ingin lakukan? Kemudian anda mengalami masalah kelangkaan. Kelangkaan berarti bahwa tidak terdapat banyak sesuatu yang orang-orang inginkan. Kelangkaan terjadi karena orang-orang menginginkan barang-barang lebih (seperti sebuah piringan hitam) dan jasa (seperti memotong rambut) yang dapat dihasilkan dari sumber-sumber yang tersedia. Ketika anda ingin membeli banyak benda yang mampu anda beli, pendapatan anda kurang. Ketika anda harus memutuskan diantara dua hal yang anda suka lakukan, anda harus membuat sebuah pilihan. Apakah saya melakukan satu hal atau hal lainnya? Anda tidak dapat berada didalam dua tempat diwaktu yang sama. Anda adalah sumber yang langka. Apa saja sumber langka yang terlibat ketika anda ingin ibu dan ayah anda meluangkan lebih banyak waktu untuk anda? Adalah waktu.

Individu menghadapi masalah kelangkaan secara terus-menerus. Negara juga. Kita tidak dapat selalu membangun sekolah, perpustakaan, dan jalanan yang diinginkan oleh komunitas kita. Sistem ekonomi eksis untuk menghadapi kelangkaan.

Minggu, 24 Januari 2010

kepada uang
kkkjdjhdndndhhdhdydyu

Sabtu, 23 Januari 2010